Where Hands Touch; Kerstin-Madrasah Pertama Leyna

n6omtjjb

      Film yang ber-setting mulai tahun 1944 saat World War II menceritakan kisah romansa nan tragis Leyna, 16 tahun (Amandla Stenberg, I love her!) -anak dari ibu Jerman dan ayah tentara Prancis keturunan Afrika (yang Leyna tak pernah tahu siapa)- dengan Lutz (George MacKay)- Tentara Nazi Jerman.

Leyna yang berkulit hitam harus berusaha tegar menghadapi hinaan, cacian orang karena dia bukan anak dari ayah Jerman, pun ayah dan ibunya tak pernah menikah. Leyna disebut-sebut anak haram. Kulitnya berbeda, dan berbeda berarti berhak dihina. Ibunya, Kerstin (Abbie Cornish) adalah orangtua tunggal yang punya cinta luar biasa untuk selalu melindungi anaknya. Ketika suatu malam Gestapo menggeledah rumahnya, mencari Leyna dan dokumen sebagai bukti kewarganegaraan. Leyna bersembunyi. Dan berhasil.

Bertiga, dengan adiknya, Leyna dan ibunya pindah ke Berlin. Dengan harapan Berlin lebih aman bagi Leyna. Sayang, Berlin pun tak jauh beda. Saudara dan Ipar Kerstin, satu-satunya keluarga, pun tak berpihak pada Leyna. Sejak di scene ini, dalam dialog Kerstin, saya melihat sosok Ibu yang luar biasa. Merasakan energi cintanya.

Film ini bukan saja tentang asmara Leyna dan Lutz di scene-scene berikutnya, atau kesadisan Nazi yang bikin napasmu sesak, tapi film ini juga tentang kasih seorang ibu, sumber segala kuat dan cinta. Perpindahan scene di film ini sangat banyak dan cepat.  Sejak awal, saya memang hanya ingin mengutip dan menyimpan kalimat-kalimat Kerstin di sini. Kata-kata baik dari seorang ibu yang alasan dan tujuan hidupnya adalah hanya anaknya;

  1. Di menit ke 10:50, ketika Kerstin berbicara tentang Leyna pada saudara dan iparnya di Berlin; “Aku takut. Gestapo akan menculiknya saat ia di jalan, di sekolah, atau dimanapun yang aku tak bisa melindunginya. Aku tak bisa menyembunyikannya. Jika ia tak bersekolah, bagaimana nasibnya nanti? Aku ingin dia seperti yang lain.”
  2. 12:40 Ketika Koen, adik Leyna akan pergi berbaur dengan anak-anak Jerman, Kerstin bilang ; “Koen, ibu tak punya pilihan. Aturan mewajibkanmu pergi. Tapi, ingat, tempat yang kau tuju nanti, akan mengajarimu banyak hal. Hal-hal yang masuk akal dan baik. Tapi, banyak hal yang juga akan membingungkan karena akan berbeda dari yang pernah kau pelajari di sini. Di rumah ini. Tapi, ibu mau kau memahami ini, tak seorang pun bisa mengenal anak lebih baik dari ibunya. Ibu harap kau tak pernah melupakan ini. Semoga kau mengingat apa yang Ibu ajarkan, di pikiranmu dan di hatimu.”
  3. 19:23 Ketika Leyna menolak menandatangani surat pernyataan bahwa Ia tidak boleh menikah dengan pria keturunan Jerman. Kerstin marah karena tentara Nazi bisa membuat Leyna mandul. She said “Kau dan adikmu lahir ke dunia ini dengan rasa sakit. Tapi, Ibu tak sanggup hidup di dunia ini tanpa kalian. Suatu saat kau akan merasakan berkah menjadi seorang ibu, Leyna. Ibu ingin kau mempunyai keturunan.”
  4. 21:03 Ketika Leyna pulang ke rumah karena dilarang bersekolah oleh Nazi. Ia sedih, dan Kerstin memeluknya. Menenangkannya. “Mereka tidak melukaimu. Itu yang terpenting. Mereka bisa melarangmu bersekolah, tapi mereka tak bisa melarangmu belajar. Kita bisa belajar di rumah, meskipun mereka mewajibkanmu bekerja.” Duuh, Ibu Kerstin :’)
  5. 24:26 Ketika Leyna dan Koen berkata tentang Gunter (penjaga toko roti) yang dibunuh karena ia Yahudi. Kerstin dengan nada tinggi bicara ke mereka berdua; “Leyna! Mereka manusia. Tak berhak untuk ditembak seperti itu.” Lalu Ia meminta maaf karena bersuara tinggi dan menyesali Leyna melihat penembakan Gunter.
  6. 25:00 Lanjutan yang di atas: “Tugasku adalah melindungi kalian berdua dari apapun yang kalian dengar.”
  7. 37:00 Ketika Leyna membenci ayahnya yang tentara Prancis karena melawan Jerman. Kerstin berkata: “Ibu mencintainya. Darinya kau berasal.” Bagaimana bahagianya tahu bahwa Ibu mencintai ayahmu.
  8. 38:14 Ketika Leyna berbohong ingin mengambil sarung tangannya yang tertinggal di pabrik. Padahal Ia ingin bertemu Lutz, dan Ibunya tahu soal itu. Dengan tegas, Kerstin berkata “Itu Pilihanmu, Leyna.”
  9. 40:55 Ketika Leyna selesai bertemu dengan Lutz. Dan Kerstin masih menunggu. “Ibuku dulu tak mau menunggu, Leyna. Sebab itu, dulu Ibu hamil dirimu. Mengejar ketidakmungkinan sama seperti dengan yang kau kejar sekarang. Saat pertama kali ayahmu melihatku. Ibu merasa akan mati jika dia tak mencintaiku lagi selamanya. Dia direnggut dari Ibu, Leyna. Dan yang tersisa hanya dirimu. Hal terbaik dari semuanya. Jadi, apa kau kira Ibu tega meninggalkanmu?”
  10. 41:30 “Setiap dari kita punya pasangan jiwa. Untuk Ibu, kaulah itu. Hadiah dari ayahmu. Koen adalah hatiku. Tapi, buat Ibu, pasangan jiwa itu adalah kau.”
  11. 45:50 Ketika dokumen identitas Leyna dibakar oleh tentara Jerman. Dan Kerstin memadamkan api dengan karpet tapi tak ada yang bisa diselamatkan. Leyna menangis terisak. Nasibnya dalam bahaya. Kerstin memeluknya, menenangkannya meskipun Ia juga takut “Kita akan menggantinya.”

merlin_143453382_1574dd3c-c656-4f8d-b5c2-4717bb940281-articleLarge

12. 01:01:35 di jalan sepulang dari pabrik, Leyna dan ibunya dipaksa berhenti oleh tentara Jerman. Ditanyai dokumen, Leyna tak punya. Leyna akan dibawa oleh mereka. Dan Kerstin harus memilih antara dia dan Leyna. Di sebelahnya, Leyna ketakutan menangis, memanggil-manggil ibunya. Kerstin memohon-mohon, “Jangan bawa dia. Tolong! Bawa aku saja.” Saat Kerstin ditarik paksa pun dia masih berteriak pada Leyna, “Leyna, kau jangan menangis.”

Sampai di sini, tak ada scene Kerstin. Leyna hidup seorang diri setelah Koen ia minta untuk tinggal di rumah saudara Kerstin. Kisah Leyna dan Lutz berlanjut. Tak lama merasakan cinta, kengerian, ketakutan, kesedihan akrab dengan hidup Leyna. Dengan semua nasehat ibunya, Leyna tetap mengulang kisah sedih yang serupa, Ia hamil anak Lutz, dan hidup tersiksa dalam kamp hingga kisah cintanya berakhir tragis.

Dalam keputusasaannya, Leyna dipertemukan lagi dengan ibunya yang juga sedang mencarinya, Ibu yang juga jadi sumber kekuatannya bertahan hidup di saat banyak orang di kamp mati dan dibunuh.  Meskipun Leyna khawatir karena Ia hamil, Kerstin tetap penuh cinta menerima anaknya kembali. Saya percaya, ketangguhan Leyna, adalah turunan dan hasil didikan Kerstin ibunya yang juga kuat, yang juga tangguh. Leyna sejak awal belajar dari Ibunya. Memang benar. Ibu. Ia adalah madrasah pertama anak-anaknya.

images

 

Advertisements

A Star Is Born; Membaca Akar dan Faktor Depresi Jack Maine

Jack Maine, seorang penyanyi country, yang hidupnya disoraki penggemarnya, tapi di balik itu, ia sendiri penuh dengan kehampaan. Ia rapuh. Musik tak cukup menjadi temannya. Ia candu alkohol.

tumblr_pgzwaaOQVR1vlhsgao2_500

Bertemu dengan Ally, Ia lalu jatuh cinta dan kembali menemukan alasan untuk tinggal di rumahnya. A Star Is Born adalah drama tentang mimpi, tentang hidup, cinta, jatuh dan bertahannya, lalu berakhir dengan kehilangan yang memang selalu menyedihkan.

a_star_is_born

Di akhir cerita, tokoh  Jack berhasil membuat cerita berujung emosi yang tidak karuan. Jack memilih mengakhiri hidupnya. Tanpa diperlihatkan bagaimana caranya, berjalan terhuyung, dengan beban pikiran yang sangat berat, depresi, Jack  meninggalkan Ally yang terlalu mencintainya dan berkorban untuk dirinya.

Dengan kehadiran cinta Ally dalam perjalanan hidupnya, lalu apa yang menyebabkan Jack depresi berat sehingga memilih bunuh diri? Apakah kekalahan pamornya oleh pencapaian Ally? Atau ketidaksiapannya menerima Ally yang semakin bersinar ,sementara sebagai penyanyi, kilau Jack meredup.

starisborn-2

Menarik membahas ini. Mari flashback, di awal pertemuannya dengan Ally, di depan supermarket, ketika Ally bertanya pada Jack tentang kehidupannya, Jack membagi masa lalunya. Ibunya meninggal ketika melahirkan Jack. Dibesarkan oleh ayah dengan gangguan mental, pun krisis paruh baya. Sementara, hidup berdua dengan kakak laki-lakinya pun tidak memberikannya kebahagiaan. “Tak tahu siapa yang merawat siapa” Kata Jack.

Tidak ada faktor tunggal penyebab depresi. Depresi adalah kombinasi multi faktor kompleks, antara lain:

  1. Faktor genetik; memiliki orangtua atau saudara yang juga depresi
  2. Faktor biologis; akibat kadar serotonin dalam otak yang tidak mencukupi
  3. Trauma psikis
  4. Pola makan buruk
  5. Memendam emosi, luka masa lalu dan faktor-faktor lainnya.

Melihat Jack, sangat mungkin ia rentan depresi karena faktor genetik dan emosi yang terpendam lama. Bertahun-tahun kekosongan peran penting orangtua tak pernah terganti dan terisi oleh siapapun. Saudara kandung pun tak berperan banyak secara emosional. Hanya punya satu sahabat, kehidupan panggung yang meriah sesaat dan harga diri nya sebagai lelaki yang mau tidak mau ‘melawan’ pencapaian Ally. Sehingga, meskipun Ally sudah hadir dengan cinta, pencapaian dan pengorbanan yang besar, depresi tetap menjadi pembunuh yang bukan saja menghilangkan nyawa Jack, tapi menghitamkan kehidupan Ally setelahnya.

screen-shot-2019-01-18-at-11-46-55-1547813130