Ada Palu-ku Di Malamnya Malang

Harusnya saya bersibuk-sibuk dengan tugas kampus yang memanggil-manggil. Juga dengan paper bahan ujian minggu depan. Bukannya sign in lalu ‘menulis’ di sini. Well. Malam ini saya memilih ‘setan lumayan nakal’. TUGASNYA BENTAR !Baru berasa, beban pikiran anak kost itu ternyata lumayan berat kalo ditimbang-timbang… Mikirin hidup sendiri, tugas kampus, makan apa, beli apa, menghemat, kamar berantakan :p dan yang paling berat adalah rindu kampuang halaman, rindu rumah dan isi-isinya.

Enam bulan lebih sudah status saya jadi anak rantau. Dari Sulawesi terbang ke timur Jawa, Malang. Dari Kota yang kata penduduknya punya matahari lebih dari satu! Ke Kota yang sejuknya Wuiihh.

Dan tepat dua minggu dari kembalinya saya ke Malang setelah kabur EMPAT HARI (saja) menghadiri Nikahan kakak sepupu di Paaaluuuu! Kebayang empat hari dipake melepas rindu ke orang rumah, big Thayeb Fam, and d buddies. Mana cukup?? *Syukur bisa pulang, wooiii!*

Oke gak cukup !! Tapi cukup buat saya melepas rindu dengan Paaantaaaaii n took photos Maskot + new spot di Pantai Talise dekat rumah. πŸ˜€

Image

” Here It Is. Jembatan Lengkung”

Jembatan kuning ini adalah jembatan lengkungΒ  PERTAMA di Indonesia loh πŸ˜€ dan KE TIGA di dunia setelah di Jepang dan Prancis (http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Palu_IV). Jembatan ini juga menghubungkan kecamatan Palu Barat dan Palu Timur.

Image

Image

I took from Palu Barat

Ada Jembatan, pastinya ada Pantaaiiii ! Yap, cukup jalan kaki lima menit dari rumah, saya bisa liat pantai yang ditemani gunung-gunung di sepanjangnya. Di Malang? Huaa, belum pernah. My friends said, it takes around two hours to go to the nearest beach. Hufh.

Image

Image

Near my home. Dirty. But I love the landscape.

Nah, foto di bawah ini iklan layanan masyarakat buatan pemerintah atau gravity-gravity jalanan saya gak tau :D. Pas di bawah jembatan kuning ini. Eh ada bapak tukang becak lagi serius kerja, my mom said, ” just capture it, yuni ! “

Image

Under the Bridge πŸ™‚ U 21 itu gak ideal buat wanita (kata gambarnya) Nah, I’m 23 now. It means ?

And this is the new spot that I told. It was made last December, berdekatan dengan moment perayaan Hari Nusantara 2013 di Palu.

Image

Image

Image

Image

There was no one, but me.

Jembatan kayu dan seperti dermaga kecil. RED. Kontras sama sekelilingnya. Dan sejuuuuk nya itu loh. I love being here. Dan kata adik saya, kalo sore, jembatan kayu ini jadi tempat orang-orang ‘berlabuh’ nyantai+bernarsis-narsis ria. Tapi sayangnya, hari itu, (beberapa jam sebelum balik ke Malang) saya perginya pagi, dan dalam kostum pergi ke pasar. So, I said NO for being captured!

Kaki saja lah gak ppa πŸ™‚

Image

Image

See you soon πŸ™‚

Huaaaaahh ! Palu yang panas, saya merindukanmu selalu. Tunggu kedatanganku! *Udah jam setengah 11, Let’s back to the real world. Tugas tugas tugas !

Thanks God. I started to write again.

Advertisements

8 thoughts on “Ada Palu-ku Di Malamnya Malang

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: