Dulu Pernah Tidur Mati

Dari kecil terbiasa tidur di samping mama, adek atau nenek gak bikin saya jadi takut tidur sendirian. Justru dari dulu mama gak pernah kasih ijin tidur sendirian. Alasannya karena saya sering ‘tidur mati’. Bukannya tidur, terus mati. Istilah di tempat saya (atau mungkin istilah mama saya pribadi) untuk orang yang ketika dia tidur, maka apapun bebunyian di sekitarnya gak akan bisa mengganggu atau membangunkan tidurnya. Orang seperti ini disebut ‘tidur mati’. Saya tidak tau istilah medisnya 😀

Saya masih ingat sampai sekarang, dulu waktu kecil (kalo gak salah SMP), saya ditinggal sendirian di rumah. Papa mama saya keluar entah kemana, dan adik saya tidur di kamar. Nah, pas mereka pulang, saya ketiduran di ruang televisi, berdekatan dengan pintu masuk rumah. Rumah saya sederhana dan masih pake kunci grendel dari dalam. Mengetuk-ngetuklah mereka. Sampe menggedor-gedor juga. Jendela dibunyi-bunyikan. Saya? Tidak bergerak sama sekali. Hihihi. Tidur tetap aman sentosa. Dan akhirnya saya tiba-tiba dibangunkan pake omelan! Papa-mama saya bisa masuk! Loh, caranyaaa?? Jendela (bukan kaca penuh yang juga digrendel dari dalam) dibongkar broooo!!! Whahahaha. Alhasil saya kena marah malam itu juga, sampe besok paginya, sampe besoknya lagi.

“Kalo tidur jangan kaya gitu, sudah baca doakah? Misalnya ada apa-apa pas lagi tidur sendiri di rumah, (di Palu sering gempa bumi) trus tidurmu masih seperti itu, bagaimana kau bisa lari (mengamankan diri)?” Marahnya beliau berdua ya seperti itu. Dan setelah malam itu, tidur saya belum berubah. Saya masih sering dengan nyenyaknya tidur padahal kiri kanan saya berisik membangunkan. Haduh.

Sampai sekarang juga belum sembuh. Untungnya kadar keparahannya berkurang. Jadi anak kost dan tinggal sendirian, mengajar saya untuk selalu bisa ‘sadar’ ketika tidur, meskipun masih belajar. Tinggal sendirian, tidur sendirian yah harus waspada. Untungnya Malang gak sering gempa bumi dan saya tinggal di kos-kosan yang serumah sama ibu kosnya. Ketakutan dari gangguan luar seperti kos yang umumnya ada di Palu (Keluar kamar langsung dunia luar alias kos2an petak2) bisa sedikit teratasi. Membayangkan tidur sendirian, dan ada apa-apa di luar kamar itu beuuhh….

Yang paling berasa bedanya tidur jauuh banget dari rumah, adalah rasa aman. kalo di rumah, tidur dengan keluarga, ada papa. Rasanya aman. Nyaman. Sekarang sendirian, jadi sering merenung sebelum tidur. :’)

Yah, yang terpenting memang adalah jangan lupa baca doa sebelum tidur. Minta dijaga, dilindungi dari marabahaya, dan dibangunkan kembali. Sudah setengah dua belas waktu Malang. Saatnya tidur. Malam ini tumben-tumbennya nulis dulu sebelum tidur.

Lagi rindu rumah mungkin. 😀

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: