Ini Pagiku, Mana Pagimu?

Selama jadi mahasiswa di Malang, jarang sekali saya kesiangan. Bangun pagi justru sering kepagian. Mungkin karena terlalu dinginnya yang memaksa mata saya terbuka lebih cepat. Di Palu saya juga tetap a morning person, hanya saja tak ‘separah’ di sini *pencitraan*.
Sayangnya, kamar saya tak berjendela, jadi tak ada adegan senyum dengan mata berbinar-binar membuka jendela perlahan, lalu diam menatap kejauhan *selamat pagi nya RUN mengalun jadi backsound* Tuhan, saya ingin udara shubuh dan pagi-pagi sekali masuk ke kamar. Hiks. Ok. Lupakan.
Padahal kata pakar kesehatan, udara shubuh itu kaya oksigen dan belum terkotori zat-zat lain, *seperti aroma ayam goreng tetangga, parfum orang sebelah dan mungkin aroma kuah bakso mas-mas di pinggir jalan*. Ini sangat bermanfaat buat metabolisme tubuh. Dan ini jelas besar pengaruhnya ke vitalitas kita untuk beraktivitas seharian penuh. So, demi udara super yang tak bisa masuk ke kamar saya, saya lah yang keluar kamar, keluar rumah, keluar gang *ya iyalah*.
Jogging or biking. I did it several days a week. Menikmati pagi. Menikmati hidup, sendiri. Kalau jogging, saya pilih muter-muter di lapangan volli kampus. Beberapa kali putaran saja, gak kuaaat, kakak. Eh ada lansia-lansia yang senam pagi di halaman kampus. Mereka semangat pula. Sadar akan kesehatan. Masa kita yang muda justru kalah?

DSCN4358 UNNI b

DSCN4372 UNNI b

Kalo lagi males jogging, maka saya akan memanfaatkan sepeda temen kost yang nganggur tak tersentuh pemiliknya. Retawu, Ijen, Semarang, Dieng, Kawi, Wilis. Jalan-jalan sekitaran kostan. Oh Tuhan, nyamannya shubuh-pagi dari atas sepeda. Langit, pohon-pohon dan orang di kiri kananmu terlihat beda dari biasa.

DSCN0398 UNNI b
Juga akan kau temui, ibu-ibu paruh baya sederhana dengan karung di punggungnya, bapak ibu yang berteman sapu di teras-teras dan halaman rumahnya, asisten-asisten rumah tangga menyiram tanaman, rumput, di depan deretan rumah-rumah berpagar tinggi yang kulihat hampir semua pemiliknya bukan makhluk pribumi, juga security-security yang bermuka lelah setelah semalaman tidurnya mungkin tak nyenyak. Oh iya, juga bapak-bapak dan mas-mas berseragam petugas kebersihan kota dengan peralatan di tangan mereka. Angkot-angkot yang melaju, mengejar penumpang yang menjemput rejeki pagi-pagi skali.

DSCN0350 unni b

DSCN0437 UNNI b

DSCN0452 unni b

Melihat itu semua, seperti menemukan manusia-manusia yang mengejar berkah Tuhan. Menemukan manusia yang tak mau kalah sama ayam. Menemukan arti kenapa kau harus terus hidup dan tidak merengut pula mengeluh di tiap pagi, menikmati tiap sentinya.

“Ya Allah, berkahilah umatku di pagi harinya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

“Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan.” (HR. Thabrani dan Al-Bazzar)

Salam untukmu ya Rasulullah,

 

Ini pagiku, mana pagimu? 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: