Awal November dan Sepotong Pikiran Pagi

Bahwa hidup penuh kejutan, iya aku sering membacanya. Mengalaminya juga. Banyak hal-hal yang tak pernah kau pikirkan, lalu Tuhan berikan. Atau yang kau pikir, kau takkan bisa mendapatkannya, lantas sekarang itu menjadi milikmu dan tak pernah pergi. Pun juga sebaliknya, yang kau pikir akan selalu menemani dan tak pergi, malah berlalu, menjauh. Bertemu, mendapatkan dan kehilangan. Hidup memang serupa pola itu. Tapi, aku tak ingin membahas itu. Cukuplah kemarin, kehilangan yang terlalu menyedihkan. Ah, aku lupa. Aku belum memilikinya.

Seorang blogger Makassar yang sering ku ikuti kisahnya dulu, pernah pula kumenangkan GA nya (meski bukan juara pertama), dan kita juga pernah bertemu di Palu, lalu berteman di beberapa socmeds, membawa kabar mengejutkan.

Ya, kita memang tak lagi pernah komunikasi dalam waktu yang lama. Suatu malam, dia menanyakan no hp, WA, dan BBM. Menyambung silaturahmi lagi katanya. Saling bertanya kabar, dan yang mengejutkan adalah, dia tak lagi di Makassar, dia tak lagi bekerja di kantor pusat perusahaan besar berskala nasional yang sudah 4 tahun di-setia-inya. Hidup mengantarnya ke sebuah kota berjam-jam dari Makassar, ke sebuah instansi, mengabdi di BPN- Badan Pertahanan Nasional . Dikurangi setahun-an proses daftar dan prajabatan, mungkin sebulan-an resmi lah dia di sana, dengan hal yang mungkin tidak masuk dalam life goals lists nya.

Menjadi PNS. Banyak temannya yang juga terkejut dengan keputusan pindah haluannya ini. Aku tak bertanya alasan di balik perpindahannya, aku menghormatinya sebagai seorang kakak dan tidak mau ‘kepo’. Pun kemarin aku bingung, menyelamati hidup barunya atau tidak. Sekarang lebih baik atau tidak, dia lah yang tau. Menurutku, pekerjaan lama dan sekarangnya sama-sama banyak diingini orang banyak. Aku cukup menyelipkan harap untuk kelak nanti bisa bertemu dengannya lagi entah di mana. Seperti 2 tahun lalu.

Ya. Ini mutlak. Kita tidak tau apa yang akan kita hadapi di depan sana. Seorang kakak juga pernah berujar, “ in sya Allah, saya nikahnya kalau sudah kerja” Well. Tuhan mengirimkannya jodoh di semester akhir kuliahnya. Menikah ketika masih jadi mahasiswi. Dan sekarang bahagia dengan 3 anak lucu-lucu. See?

Manusia bisa berencana. Pun kuat mengusahakan rencana-rencananya. Tapi di tengah jalan, Tuhan bisa menghentikan usaha kita. Itu tak baik untuk kita. Kita berhak lebih. Who knows?

Mungkin kita akan bimbang. Ketika kita punya dua pilihan yang menurut kita, sama baiknya. Mana godaan untuk suatu usaha bertahan atau tuntunanNya untuk menjalani arah lain? Balik lagi, masing-masing kita punya cara bertanya, membujuk Tuhan dengan segala penghambaan. Ah, hidup. Kadang aku merasa terlalu kecil, dan tak bisa apa-apa dengan semua yang ada di depan sana.

Dulu, aku pernah berujar “aku tak ingin jadi guru, apa enaknya berhadapan dan harus mendidik anak-anak banyak, belum kalau nakal-nakal, tiap hari pula”. Betul-betul jadi guru tak ada dalam cita-cita masa depan. Tapi apa? Tuhan sudah menyuruhku mengajar anak tk-kuliah, kemarin. Dan aku jatuh cinta dengan itu. Pun kalau jodoh dengan rencana yang sekarang. Aku juga akan kembali menjadi pengajar.

Sekarang, yang aku akan lakukan, dan harusnya sudah sejak lama. Rancang proposal hidupmu, yuni amelia. Sebaik-baiknya, seindah-indahnya. Berikan kepada Tuhan yang Punya segala. Sang Maha Kaya. Lalu berusahalah semampu, setinggi yang kau bisa. Teruslah berjalan. Mungkin ada doamu akan terjawab lain. Tapi, jangan lupa kalau itu kejutan-kejutan dari Tuhan. Nikmat yang akan kau bahagia-i selamanya. Insya Allah.

“Dan Dia menyempurnakan untukmu, nikmat lahir dan batin” (Q.S. Luqman: 20)

DSCN6153 wp
Berjalanlah. Bersiaplah untuk kejutan-kejutan Tuhan.
Advertisements

One thought on “Awal November dan Sepotong Pikiran Pagi

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: