Ayat-Ayat Cinta 2: Ekspektasi dan Opini

Identitas buku

Judul Buku: Ayat-Ayat Cinta 2

Penulis: Habiburrahman El Shirazy

ISBN: 978-602-0822-15-0

Penerbit: Republika

Editor: Syahruddin El-Fikri dan Triana Rahmawati

Cetakan: IV, Desember 2015

Tahun terbit: 2015

Jumlah halaman: 690

Harga: 95.000

 

Bismillahirrahmanirrahim.

Saya akhirnya memutuskan buat membawa pulang buku karya Kang Abik ini setelah akhirnya menyingkirkan Jo’s Boys dari tangan saya (Little Women series). Ekspektasi saya sangat besar terhadap lembar-lembarnya yang bertumpuk tebal. Saya ingin mendapatkan rangkaian sentilan, siraman dan ketenangan untuk kepala, hati dan iman saya.

Halaman-halaman pertama saya mulai di ruang tunggu Bandara Juanda dalam perjalanan pulang ke rumah. Fahri menyambut kita, pembaca, di Edinburgh, Ibu kota Skotlandia, yang ternyata adalah tempat impian istrinya, Aisyah. Fahri yang sekarang makin ‘kuat’ secara personal dan akademis. Ia adalah seorang dosen di bidang Filologi, di The University of Edinnburgh. Ph.D nya diperoleh di bidang yang sama dari Albert- Ludwigs-Universitat Freiburg, Jerman. Oh iya di sini Kang Abik menggunakan sudut pandang orang ketiga. Saya suka penggambaran detail setting tempat dalam buku ini. Saya pun akhirnya googling beberapa tempat, the University of Edinburgh, kawasan Stoneyhill, the Central mosque of Edinburgh,  yang betul-betul digambarkan dengan baik.

Tokoh-tokoh yang dikenalkan pun, kebanyakan tokoh baru. Keira, remaja tetangga Fahri yang sangat benci kepada muslim. Adik nya Jason, pun sama. Nenek Catarina, Brenda, Paman Hulusi, Nyonya Janet, Baruch, dll. Selain itu, Paman Akbar, Misbah, Syaikh Ustman pun masih ‘menemani’ Fahri. Hidup Fahri pun akan berkisah bersama mereka.

Fahri, dalam buku ini betul-betul digambarkan sebagai lelaki tanpa cela menurut ukuran manusia. Ia sukses dalam karir di Edinburgh sebagai dosen yang diakui ilmu dan kemampuannya, bisnisnya pun berjalan lancar dan berkembang, kedermawanannya terhadap sesama, tak ketinggalan, Ia tetap memberikan kajian di perkumpulan muslim di UK, pun hafalan Qur’an tetap tak ditinggalkan. Sayangnya, dengan semua yang dimiliknya, ternyata Ia hidup tanpa Aisyah. Aisyah hilang! Fahri harus selalu meneteskan air mata ketika mengingat istrinya tercinta. Why Aisha disappeared and how Fahri fill his days while waiting Aisha that he believes will return? Just read the book 😉

Pastinya desakan untuk segera menikah lagi datang dari kerabat-kerabat Fahri. Satu dua wanita pilihan ditawari sebagai pengganti Aisyah.

Well. Buku ini tentang Islam, kasih sayang, kehidupan, perjuangan dan cinta. Banyak juga pelajaran tentang sejarah Islam dan keadaan Islam sekarang yang saya baru tahu. Kang Abik menyelipkan pelajaran-pelajaran itu ke dalam dialog-dialog dengan cukup baik. Fahri yang harus ‘menjawab’ dan ‘melawan’ paham islamophobia di sekitarnya pun menjadi bagian menarik yang bisa dicontoh oleh kita. Puncak dari pemikiran besar dalam novel ini adalah pada debat prestisius di Oxford Debating Union yang diikuti Fahri sebagai seorang pakar Islam Timur Tengah dan Asia Tenggara. Jujur saja, tentang content, ilmu dan pandangan Kang Abik tentang phenomena islamophobia, saya bisa banyak belajar. It adds my islamic knowledge and values.

Hanya saja, sebagai pembaca yang butuh sesuatu yang move, and pause my brain at the same time, I couldn’t find it. Mungkin subjektif, kalau menurut saya alur ceritanya datar-datar saja, penggunaan kalimat yang terlalu biasa dan too eksplisit, saya tidak merasakan sesuatu yang mengharukan dan bisa membuat saya tiba-tiba diam, mengulangi lagi dan lagi. Tebakan saya tentang apa yang akan terjadi pun ternyata tidak salah. Endingnya juga. Ya. Sama.

Sekali lagi, ini menurut kacamata saya. Saya juga membaca beberapa buku Kang Abik. Saya kagum dengan ilmu serta pandangan beliau tentang  agama, cinta, kasih sayang dan kehidupan yang luar biasa. Terima kasih untuk buku yang tetap mengajarkan dan menebarkan banyak kebaikan, semoga bernilai berkah, in syaa Allah. Aamiin.

1453550704931

 

Selamat membaca

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: