Krisis Sosok Ayah

Taufik Noor, seniman keren punya Jogjakarta di instagramnya pernah ngepost kurang lebih begini “ Coba tonton video ini, dan dengar apa yang Mas Eross katakan. Lalu pandanganmu tentang cinta, keluarga dan lagu-lagu SO7 akan berubah.”

Apa yang ingin  ‘dibagikan’ Mas Eross sejalan dengan apa yang pernah diceritakan oleh sahabat saya.

“Kita krisis sosok ayah” katanya.

“Maksudnya?” Saya bertanya.

“Iya. Indonesia, tepatnya anak-anak Indonesia mengalami krisis sosok ayah. Sosok ayah identik dengan pencari nafkah dan pemimpin dalam keluarga. Ia tegas, kaku, dan cenderung canggung dalam hubungan emosional dengan anak. Padahal peran ayah dalam mendidik anak secara emosional pun akan sangat berpengaruh penting kepada perkembangan kepribadian anak. Tahu tidak, anak laki-laki yang kehilangan sosok ayah akan berdampak pada rendahnya harga diri anak, kesulitan identitas seksual, lemah dalam ngambil keputusan. Dan untuk anak perempuan, kehilangan sosok ayah dapat menyebabkan kesulitan mengetahui dan menentukan pria yang tepat untuk jadi pasangan hidupnya.” Ia menjelaskan panjang lebar

“ Hilangnya sosok ayah bukan hanya karena (maaf) meninggal atau orang tua berpisah kan?” Saya masih bertanya

“Benar. Ayah , fisikalnya ada, emosional nya tidak pun termasuk dalam tidak adanya sosok ayah. Dan tahu tidak, akibat hilangnya sosok ayah untuk anak laki-laki, lebih berbahaya jika dibandingkan hilangnya sosok ibu untuk anak perempuan. Masih banyak ayah yang menganggap bukan tugasnya untuk menjadi tempat anak bercerita, berbagi masalah, bahkan sedih dan menangis. Padahal, Ayah pun memiliki andil yang penting dalam memberikan perhatian. Banyak anak yang saya tangani yang ternyata memang menjadi ‘pemakai’ , karena bermasalah dalam keluarga, dan rata-rata, hampir semua kehilangan sosok ayah. Kasus Homo pun, kurang lebih demikian ”

 

Saya diam. Mencerna apa yang barusan dijelaskan sahabat saya. Oh iya sahabat saya ini seorang psikolog klinis.

Belakangan saya searching, dan “Indonesia adalah negara kedua di dunia yang anak-anaknya merasa tidak berayah. Sebab, sebagian besar ayah merasakan tugas membimbing anak adalah tugas ibu. Sementara Indonesia saat ini sudah disebut dalam kondisi darurat narkoba dan juga darurat pornografi” (Khofifah, 2015)

Sebegitu pentingnya peran ayah, sosok ayah physically, emotionally. Beruntungnya Mas Eross adalah satu dari sekian anak yang alhamdulillah tidak jadi korban hilangnya sosok ayah dalam perkembangannya. Meski ada penyesalan dan kesedihan, tetapi Ia tetap bisa berjalan dengan ketimpangan menjadi ayah tanpa panutan ayah yang baik. Masih banyak anak lain yang sayangnya tidak seberuntung Mas Eross. Dan luar biasanya adalah, benar kata Mas Taufik Noor, pandangan tentang lagu-lagu SO7 berubah. Mereka lahir dari laki-laki hebat yang paham benar arti mencintai dan dicintai.

Saya tidak ingin memberi komentar terhadap apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang ayah. Tidak pantas. Ingin meng-kode- calon ayah anak-anak saya, ah terlalu jauh. Si calon saja masih rahasia Langit. Saya hanya tiba-tiba teringat teman-teman laki-laki saya yang kurang ekspresif, canggung untuk mengungkapkan kesenangan, kesedihan, dan lebih memendam. Apakah bibit dari sosok ayah yang nanti akan hilang? Ah, semoga saja tidak.

40b870954c026a94105f211b31e545dd

 photo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: